CARI

MAKALAH LAPORAN AUDIT / OPINI AUDIT



Pendapat auditor (opini audit) merupakan bagian dari laporan audit yang merupakan informasi utama dari laporan audit. Opini Audit diberikan oleh auditor melalui beberapa tahap audit sehingga auditor dapat memberikan simpulan atas opini yang harus diberikan atas laporan keuangan yang diauditnya. Arens (1996) mengemukakan bahwa laporan audit adalah langkah terakhir dari seluruh proses audit. Auditor dalam memberikan pendapat sudah didasarkan pada keyakinan profesionalnya.
Baca juga tentang: MAKALAH INFLASI DI INDONESIA.
Tujuan dalam standar pelaporan tersebut adalah untuk memungkinkan pemegang saham, kreditur, pemerintah, karyawan, dan pihak lain yang berkepentingan terhadap laporan keuangan menentukan seberapa jauh laporan keuangan yang dilaporkan oleh auditor dalam laporan audit dapat dipercaya.

Laporan audit dengan pendapat wajar tanpa pengecualian diterbitkan oleh auditor jika kondisi berikut ini terpenuhi :
 a.    semua laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas terdapat dalam laporan keuangan,
 b.    dalam pelaksanaan perikatan, seluruh standar umum dapat dipenuhi oleh auditor,

 c.     bukti cukup dapat dikumpulkan oleh auditor, dan auditor telah melaksanakan perikatan sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk melaksanakan tiga standar pekerjaan lapangan,
d.    laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia,

e.    tidak ada keadaan yang mengharuskan auditor untuk menambah paragraf penjelas atau modifikasi kata-kataN dalam laporan audit.


 7     Pendapat     Wajar     Tanpa     Pengecualian     dengan     Bahasa





Penjelas (Unqualified Opinion with Explanatory Language)


Dalam keadaan tertentu, auditor menambahkan suatu paragraf penjelas (atau bahasa penjelas yang lain) dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan auditan. Paragraf penjelas dicantumkan setelah paragraf pendapat.

(Baca juga : Ekonomi syariah )


Keadaan yang menjadi penyebab utama ditambahkannya suatu paragraf penjelas atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit baku adalah:

 a.        ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi berterima umum,


b.        keraguan besar tentang kelangsungan hidup entitas,


c.        auditor setuju dengan suatu penyimpangan dari prinsip


akuntansi    yang         dikeluarkan    oleh    Dewan    Standar


Akuntansi Keuangan.


d.        penekanan atas suatu hal,


e.        laporan audit yang melibatkan auditor lain.



8     Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)


Pendapat wajar dengan pengecualian diberikan apabila auditee menyajikan secara wajar laporan keuangan, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal-hal yang dikecualikan. Pendapat wajar dengan pengecualian dinyatakan dalam keadaan :
 a.        tidak adanya bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkup audit,

 b.        auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak wajar.
Baca juga tentang: MAKALAH FAKTOR-FAKTOR YANG DAPAT DAN TIDAK DAPAT DI PENGARUHI PERUSAHAAN .



9     Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)

 Pendapat tidak wajar diberikan oleh auditor apabila laporan keuangan auditee tidak menyajikan secara wajar laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum.
 

10 Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)

Auditor menyatakan tidak memberikan pendapat jika ia tidak melaksanakan audit yang berlingkup memadai untuk memungkinkan auditor memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat ini juga diberikan apabila ia dalam kondisi tidak independen dalam hubungannya dengan klien.

No comments:

Post a Comment