CARI

MAKALAH Profitabilitas (keuntungan) DAN Return on Equity (ROE)

MAKALAH Profitabilitas (keuntungan) DAN Return on Equity (ROE),

Profitabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba (Downey dan Erickson, 1992). Menurut Rahardjo (2003), profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk manghasilkan keuntungan dari penjualan barang atau jasa yang diproduksinya. Jumlah keuntungan yang diperoleh secara teratur serta kecenderungan (trend) keuntungan yang meningkat merupakan suatu faktor yang sangat.
penting yang perlu mendapat perhatian dalam menilai profitabilitas suatu perusahaan (Munawir, 2001).
Downey dan Erickson (1992) menjelaskan bahwa istilah rasio profitabilitas merujuk pada beberapa indikator atau rasio-rasio yang berbeda-beda yang dapat digunakan untuk menentukan profitabilitas dan prestasi kerja perusahaan.
Dengan demikian, rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektifitas manajemen suatu perusahaan.
Rasio profitabilitas ini terdiri dari Gross Profit Margin, Operating Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Asset dan Return On Equity (ROE) . 

2.2. Pengertian Return on Equity (ROE)
Return on equity atau rentabilitas modal sendiri mengukur pengembalian nilai buku kepada pemilik perusahaan. (Weston, 1992). Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya. Rumus untuk mencari return on equity dapat digunakan sebagai berikut :
Net Profit After Tax
Return on Equity (ROE) = (2.1)
Equity

Walau cara menghitungnya sangat mudah akan tetapi dengan memahami secara mendalam, return on equity dapat memberikan gambaran 3 (tiga) hal pokok :
1. Kemampuan perusahaan menghasilkan laba (profitability)
2. Efisiensi perusahaan dalam mengelola aset (asset management)
3. Hutang yang dipakai dalam melakukan usaha (financial leverage)
Setelah mengetahui gambaran yang membentuk ROE, maka dapat disimpulkan bahwa dengan menganalisa ROE, tidak hanya dapat menentukan besarnya penghasilan yang didapat dari investasi modal namun juga dapat mengetahui lebih lanjut kualitas penghasilan yang didapatkan dari perusahaan.

2.3.  Biaya Modal dengan Metode WACC (Weighted Average Cost of Capital)
Untuk menentukan jumlah biaya modal, perlu dipertimbangkan struktur modal perusahaan. Dalam menentukan biaya modal dengan metode rata-rata tertimbang perlu  dilihat lagi tentang struktur modal, terutama sumber dan besar dana yang digunakan dalam perusahaan. Hal ini akan menjadi komponen dalam menghitung biaya modal Dengan rata-rata tertimbang. Komponen struktur modal yang digunakan dalam menghitung WACC adalah sbb (Ekawati, 2004):
a. Sumber dana (saham preferen, saham biasa , utang)
b. Jumlah dana dari masing-masing sumber dana
c. Besar biaya dari masing-masing sumber
Sebagai penimbang dalam menghitung WACC biaya modal adalah proporsi dana dari masing-masing sumber. Sehingga untuk menghitung WACC dapat digunakan rumus :
WACC = W d k d (1-T) + W e k e (2.2)
WACC = Weigthed Average Cost of Capital (biaya modal rata-rata tertimbang), faktor penimbang untuk utang (proporsi modal yang berasal dari utang).
W d = faktor penimbang untuk utang (proporsi modal yang berasal dari utang)
k d = cost of debt (biaya modal untuk utang)
T = Tax (tingkat pajak yang harus dibayar perusahaan)
W e = faktor penimbang untuk saham biasa (proporsi modal yang berasal dari saham biasa)
k e = cost of equity (biaya modal untuk saham biasa)
Data proporsi modal yang akan digunakan sebagai peminbang dapat diperoleh dari :
a. Nilai buku yang tercantum di neraca
b. Nilai pasar saat ini dari tiap-tiap komponen modal
c. Target struktur modal seperti yang ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
Untuk menghitung cost of debt digunakan rumus :

Cost of Debt = k d (1 – T) (2.3)
k d = Tingkat bunga hutang jangka panjang
T = Pajak
Untuk menghitung cost of equity digunakan rumus :
E = Xe Sehingga  k e = E (2.4)
k e Xe
E = Total Equity
Xe = Dividen
k e = Cost of Equity

Dalam menghitung WACC, manajemen keuangan harus memperhatikan beberapa faktor yang dapat dan yang tidak dapat dipengaruhi oleh perusahaan, supaya biaya modal yang ditanggung oleh perusahaan dapat seminimal mungkin. (Ekawati, 2004) Faktor – faktor yang tidak dapat dipengaruhi oleh perusahaan adalah faktor – faktor yang ditentukan oleh pihak lain dan manajemen keuangan tidak dapat mengubahnya, tetapi sangat berpengaruh dalam penentuan besar WACC. Faktor – faktor tersebut adalah :
a. Tingkat bunga, semakin besar tingkat bunga yang ditentukan maka maka biaya modal yang bersumber dari utang juga akan semakin besar (karena k d  diperoleh dari tingkat bunga dikalikan jumlah pinjaman). Peningkatan tingkat bunga juga akan meningkatkan biaya modal dari saham preferen dan saham biasa. Sehingga secara keseluruhan, peningkatan tingkat bunga akan meningkatkan biaya modal dari seluruh
komponen WACC maka akan secara otomatis hal ini juga akan meningkatkan WACC.
b. Premium resiko pasar, perusahaan tidak dapat mempengaruhi dalam menentukan besar premium resiko pasar. Premium resiko pasar ini tidak berpengaruh langsung terhadap WACC, tetapi berpengaruh langsung pada penentuan biaya modal sendiri dan utang.
c. Tingkat pajak, besarnya tingkat pajak penghasilan perusahaan ditentukan oleh pemerintah. Tingkat pajak digunakan dalam menentukan biaya modal yang berasal dari utang, yaitu dalam penghitungan biaya utang yang sesungguhnya pajak dapat digunakan sebagai pengurang biaya modal (tax saving). Disamping itu tingkat pajak juga mempengaruhi keputusan perusahaan dalam menentukan struktur modal, apakah modalnya akan lebih banyak didanai dari utang atau dari modal sendiri. Faktor – faktor yang dapat dipengaruhi perusahaan :
Faktor – faktor ini dalam penentuannya dipengaruhi oleh keputusan manajemen keuangan perusahaan atau bahkan ditentukan oleh manjemen keuangan perusahaan.
Faktor – faktor tersebut adalah :
a. Penentuan struktur modal perusahaan. Dalam pembahasan tentang biaya modalperusahaan ini diasumsikan bahwa manajemen keuangan telah menentukan struktur modal yang paling tepat bagi perusahaan, sehingga faktor penimbang yang digunakan dalam  penentuan  WACC  berdasarkan  struktur  modal  tersebut. Sehingga apabila perusahaan akan mengubah struktur modalnya maka secara otomatis biaya modal perusahaan juga akan berubah. Hal ini dapat terjadi karena biaya modal setelah pajak lebih kecil dibanding biaya modal sendiri. Oleh karena itu apabila struktur modal perusahaan diubah menjadi lebih menggunakan utang dibanding modal sendiri, maka biaya modal yang harus ditanggung perusahaan
menjadi  lebih  rendah,  sehingga  WACC  juga  akan  lebih  rendah. Demikian juga sebaliknya, apabila dalam menggunakan struktur modal perusahaan lebih banyak menggunakan unsur modal sendiri dibanding utang maka WACC perusahaan juga akan meningkat. Pengaruh struktur modal pada penentuan WACC terutama pada penentuan faktor penimbang.
b. Keputusan deviden. Besarnya deviden yang dibayarkan pada pemegang saham secara langsung akan mempengaruhi biaya modal dari saham biasa (k e).  Semakin besar presentase keuntungan yang dibayarkan pada pemegang saham dalam bentuk deviden, maka kemungkinan perusahaan harus menerbitkan saham baru untuk memenuhi anggaran modalnya juga semakin besar. Hal ini akan menyebabkan perusahaan harus menanggung biaya flotation dan hal ini berpengaruh pada penentuan besar biaya modal perusahaan.
c. Keputusan investasi. Estimasi biaya modal perusahaan, dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan tingkat keuntungan yang disyaratkan dari saham dan utang. Tingkat keuntungan yang disyaratkan ini menunjukkan resiko dari aset perusahaan.
Apabila ada tambahan dana baru yang akan diinvestasikan pada aset yang sudah ada
diperusahaan, maka resikonya akan sebesar resiko yang ditunjukkan pada aset yang
sudah ada tersebut. Seandainya, manajemen keuangan perusahaan mengubah
keputusan investasinya, yaitu dana baru yang akan dihimpun akan digunakan untuk
membiayai usaha baru perusahaan, maka biaya modal akan menunjukkan resiko dari
usaha baru tersebut.

makalah yang mungkin kamu cari

No comments:

Post a Comment